Disrupsi Sosial dan Masa Depan Studi Islam: pada Masyarakat Berkebudayaan Lokal
Keywords:
Disrupsi Sosial, Studi Islam, Masyarakat, Budaya LokalSynopsis
Sejak internet banyak digunakan oleh masyarakat, hubungan antar-individu tidak lagi ditentukan oleh ruang dan waktu yang keduanya berkontribusi besar terhadap pelambatan dan inefesiensi. Internet memberikan pengaruh besar terhadap perubahan masyarakat yang mendrong kepada kecenderungan-kecenderungan baru yang berbeda dengan masa sebelumnya. Lembaga, kebiasaan, model, dan wujud yang sebelumnya memiliki otoritas dan status quo tercerabut (disembeded) dan kehilangan legitimasinya untuk memonopoli atau setidaknya merepresentasikan peran dan mandat tertentu. Melalui internet, individu dalam masyarakat memiliki ruang dan kesempatan yang relatif sama dengan lainnya untuk bertindak atas nama kepentingan dan dirinya sendiri. Individu menjadi sangat berdaulat dan memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara cepat, simpel, dan murah. Cepat, simpel, dan murah menjadi sifat khas masyarakat digital yang kemudian disebut dengan disrupsi (disruption), yaitu era di mana tidak ada satu lembaga atau komunitas yang benar-benar memiliki otoritas tunggal atas sesuatu. Kemudahan akses informasi dan jaringan yang tersedia dalam dunia digital memungkinkan setiap individu untuk mencari alternatif lain yang bisa dipilih pada saat terjadi anomali yang bertentangan dengan ketiga sifat khas masyarakat digital. Pemilik otoritas konvensional yang tidak adaptif dengan kecepatan, simplivitas, dan keterjangkauan biaya akan segera ditinggalkan oleh kliennya dan berganti menuju institusi baru yang dinilai lebih akomodatif. Disrupsi melanda hampir semua institusi, termasuk lembaga pendidikn dari berbgai jenjang. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang sebelumnya menjadi “otoritas” lembaga pendidikan mulai bergeser dengan munculnya internet dan platform media digital. Informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi diakses dengan cara yang sangat mudah, cepat, dan murah melalui platform media digital secara terbuka. Fungsi strategis-eksklusif lembaga pendidikn atas ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami disrupsi dengan munculnya platform medi digital yang menawarkan hal yang sama. Individu sebagai client tidak perlu harus mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan keuangan yang tinggi untuk mendapatkan ilmu pengetahaun, keterampilan, dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
References
Abdullah, Irwan, Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Amin Abdullah, Islamic Studies di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.
Amin Abdullah, Studi Agama, Normativitas atau Historisitas, Cet IV, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Arbon, V. Indigenous research: Aboriginal knowledge creation. (Ngoonjook, 32(32), 80–94, 2008).
Barker, Chris, Cultural Studies, Teori dan Praktik. Terjemahan Nurhadi, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2013.
Barnard, A dan Spencer, J (ed), The Routledge Encyclopedia of Social and Cultural Anthropology, New York: Routledge Taylor & Francis Group, 2010.
Barth, Fedrik, Kelompok Etnis dan Batasannya Tatanan Sosial dari Perbedaan Kebudayaan. Terj. Nuning L. Susilo dan Parsudi Suparlan, Jakarta: UI Press, 1988.
Chambers, J.K. dan Trudgill, P, Dialectology, United Kingdom: Cambridge University Press, 2004.
Cohen, A. P, Signifying Identities Anthropological Perspectives on Boundaries and Contested Values, New York: Routledge, 2001.
Doyle Paul Johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern (Penerjemah MZ Lawang), Jakarta: Gramedia, 1988.
Endraswara, Suwardi, Etnologi Jawa: Penelitian, Perbandingan, dan Pemaknaan Budaya. Yogyakarta: CAPS, 2015.
Endraswara, Suwardi, Memayu Hayuning Bawana: Laku Keselamatan dan Kebahagiaan Hidup Orang Jawa, Yogyakarta: Narasi, 2013.
Gazalba, Sidi, Pengantar Kebudayaan Sebagai Ilmu, Jakarta: Pustaka Antara, 1963.
Geertz, Clifford, Islam Yang Saya Amati Perkembangan di Maroko dan Indonesia. Terjemahan Hasan Basuri. Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, 1982.
Geertz, Clifford, Pengetahuan Lokal, Yogyakarta: Rumah Penerbitan Merapi, 2003
Geertz, Clifford, The Interpretation of Cultures: Selected Essays. New York: Basic Books, 1973.
Guthrie, W.K.C, A History of Greek Philosophy, Cambridge: Cambridge University Press, 1962.
Hall, Stuart, Cultural Identity and Diaspora dalam Rutherford, Jonathan. Identity Community, Culture, Difference. London: Lawrence & Wishart, 1990.
Hassan, Hanafi, Agama, Kekerasan, dan Islam Kontemporer, Yogyakarta: Jendela, 2001.
Herusatoto, Budiono, Banyumas: Sejarah, Budaya, Bahasa, dan Watak, Yogyakarta: LKiS, 2008.
Juditha, Christiany, “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Desa (Studi di Desa Suka Datang, Carup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu)”, Jurnal Penelitian Komunikatif, Vol. 24 (1) (Juli 1, 2018): hlm 17.
Kayam, Umar. Seni, Tradisi, Masyarakat, Jakarta: Sinar Harapan, 1981.
Khadziq, Islam dan Budaya Lokal: Belajar Memahami Realitas Agama dalam Masyarakat, Yogyakarta: Teras, 2009.
King, Victor T. Dan Wilder, William D, Antropologi Modern Asia Tenggara Sebuah Pengantar. Terjemahan Hatib Abdul Kadir. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2012.
Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.
Leach, Edmund, Social Anthropology, London: Fontana, 1982.
Lexy J Moleong, Metode Penelitia Kualitatif, Bandung: Rosdakarya, 1989.
Liliweri, Alo, Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: LKiS, 2007.
Mark R. Woodward, Islam Jawa, Kesalehan Normatif versus Kebatinan, Yogyakarta: LKiS, 1999.
Peter Connolly (ed), Aneka Pendekatan Studi Agama (terj), Yogyakarta: LKiS, 2009.
Priyadi, Sugeng, “Cablaka Sebagai Inti Model Karakter Manusia Banyumas,” Jurnal Humaniora, (1): 120-129.
Raffles, Thomas Stamford, The History of Java, Yogyakarta: Penerbit Narasi, 2014.
Rhenald Kasali, Self Disruption, Jakarta: Mizan, 2018.
Sindhunata, Dilema Usaha Manusia Rasional, Jakarta: Gramedia, 1982.
SJ Taylor dan R Bogdan, Introduction to Qualitative Research Methods, The Search Meanings, Second Edition, Toronto: John Miley and Sons, 1984.
Sujatmo, Refleksi Budaya Jawa, dalam pemerintahan dan pembangunan, Semarang: Dahara Priz, 1992.
Suparlan, Parsudi, Sukubangsa dan Hubungan antar-Sukubangsa. Jakarta: Penerbit YPKIK Press, 2005.
Syam, Nur, Madzhab-Madzhab Antropologi, Yogyakarta: LKiS, 2011.
Syani, Abdul, Sosiologi dan Perubahan Masyarakat, Jakarta: Pustaka Jaya, 1995.
Tidemann, S., Chirgwin, S., & Sinclair, R., Indigenous Knowledge, Birds that Have “Spoken” and Science, In S. Tidemann & A. Gosler (Ed.), Ethno-ornithology: Birds, Indigenous People, Culture and Society. London: Earthscan, 2010.
Trianton, Teguh, Identitas Budaya Wong Banyumas, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013.
Afifi, Irfan. Saya, Jawa, dan Islam. Cetakan pertama. Yogyakarta: Tanda Baca, 2019.
Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam, and Patrick Jory. Islamic Studies and Islamic Education In Contemporary Southeast Asia. Kuala Lumpur: Yayasan Ilmuwan, 2011.
Ariningsih, Ening. “Prospek Penerapan Teknologi Nano dalam Pertanian dan Pengolahan Pangan di Indonesia.” Forum penelitian Agro Ekonomi 34, no. 1 (July 1, 2016): 1. https://doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.1-20.
Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah Dan Kepulauan Nusantara Abad XVII Dan XVIII: Akar Pembaruan Islam Di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2013.
Boland, B.J. Pergumulan Islam Di Indonesia 1945-1970. Jakarta: Grafiti Pers, 1985.
Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren Dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing, 2015.
Bücker, Isabel, Mario Hermann, Tobias Pentek, and Boris Otto. “Towards a Methodology for Industrie 4.0 Transformation.” In Business Information Systems, edited by Witold Abramowicz, Rainer Alt, and Bogdan Franczyk, 255:209–21. Lecture Notes in Business Information Processing. Cham: Springer International Publishing, 2016. https://doi.org/10.1007/978-3-319-39426-8_17.
Caserta, Salvatore, and Mikael Rask Madsen. “The Legal Profession in the Era of Digital Capitalism: Disruption or New Dawn?” Laws 8, no. 1 (January 4, 2019): 1. https://doi.org/10.3390/laws8010001.
Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai Dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES, 2011.
Jamaluddin. Menara Kudus, Riwayat Sebuah Penerbit. Yogyakarta: Penerbit Gading, 2021.
Kasali, Rhenald. Self Disruption. Jakarta: Mizan, 2018.
M.A, Ghufron. “Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang Dan Solusi Bagi Dunia Pendidikan.” Jakarta, Agustus 2012.
Simuh. Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam Ke Mistik Jawa. Jakarta: KPG, 2019.
Steenbrink, Karel . A. Pesantren, Madrasah Dan Sekolah: Pendidikan Islam Dalam Kurun Modern. Jakarta: LP3ES, 1974.
Zada, Khamami. “Orientasi Studi Islam di Indonesia: Mengenal Pendidikan Kelas Internasional di Lingkungan PTAI.” INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan 11, no. 2 (January 1, 1970): 258–70. https://doi.org/10.24090/insania.v11i2.179.







