Ensiklopedi Batik Penginyongan

Authors

M. Ajib Hermawan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Saizu Purwokerto; Layla Mardliyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Saizu Purwokerto; Arif Hidayat, Fakultas Ushuludin, Adab, dan Humaniora, UIN Saizu Purwokerto; Syifaun Nada, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Saizu Purwokerto; Abdal Chakil Harimi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Saizu Purwokerto; Faisal Almahdibrata, LPPM UIN Saizu Purwokerto; Muhammad Ridlo Nur Ar-Rofi, LPPM UIN Saizu Purwokerto; Sumarseno, LPPM UIN Saizu Purwokerto

Keywords:

Batik, Banyumasan, Penginyongan

Synopsis

Menggali budaya lokal merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempertegas identitas komunitas di mana mereka hidup dan mencintai lokalitas wilayah di mana mereka tinggal. Identitas diperlukan setiap individu sebagai bentuk kebanggan dan pengakuan bersama terhadap perjalanan sejarah panjang entitas menuju kejayaan dan kebahagiaannya selama puluhan atau ratusan tahun. Untuk menggapai kejayaannya, suatu komunitas telah melalui ujian yang penuh liku-liku bahkan terkadang sangat memilukan. Kesamaan historis inilah yang yang mengeratkan antar warga dalam satu komunitas yang disatukan dalam budaya dan tradisi yang mereka pegangi bersama. Budaya dan tradisi yang berharga itu di antaranya adalah batik yang sebagai warisan leluhur harus dinikmati.

Menikmati batik bak menikmati masakan dengan citarasa yang ragam, ada manis, asin, gurih, pahit, dan kecut bercampur jadi satu. Hanya saja keunikan ragam rasa yang “luar biasa” ini jika tidak dikelola dengan baik maka dimungkinkan akan tergeser oleh masakan citarasa lain yang cepat saji, instan, dan merangsang nafsu makan meski diyakini kurang higienis atau bahkan membahayakan kesehatan. Batik yang merupakan budaya luhur bangsa dan batik Penginyongan yang menjadi kebanggaan warga Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Tegal, dan Brebes serta beberapa wilayah yang menggunakan bahasa Jawa “ngapak” dalam kesehariannya. Pengembangan budaya Penginyongan ini menjadi program “unggulan” Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto semenjak tahun 2019. Pada periode kepemimpinan 2019 – 2023 inilah berbagai penelitian, seminar, konferensi, pengabdian, dan penerbitan tentang penginyongan digalakkan.

Membincang tentang batik selalu menarik. Batik yang telah diakui UNISCO sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009 ini harus mendapatkan ruang di hati warga Penginyongan juga bangsa Indonesia. Kebanggan terhadap Batik Penginyongan ini harus diekspresikan dalam wujud yang lebih kongkrit jika bangsa ini tidak ingin batik akan pindah tangan ke lain negara. Secara historis Batik Penginyongan tidak lepas dari konstribusi para pejuang kemerdekaan khususnya pasukan Diponegoro. Perang Diponegoro selain memberikan kenangan heroik tentang perjuangan kemerdekaan bangsa sekaligus menebar keterampilan membatik. Dalam perkembangannya, batik Penginyongan menjadi unik serta menarik baik dari segi bentuk, motif maupun polanya. Selain memberikan jenis motif batik kraton yang berkelas tinggi, batik Penginyongan juga menampilkan jenis motif batik ala petani dengan tampilan kesederhanaan tetapi tetap anggun. Batik penginyongan memberikan goresan ala "Cablaka" dalam warna sogan yang menampakkan kekhasannya.

Batik mengantarkan penikmat dan pemakainya pada pemahaman filosofis tentang kehidupan yang berliku bahkan menari-nari dan berputar-putar. Untuk itu, kehidupan ini membutuhkan identitas (warna) yang jelas agar mudah dikenali sehingga mampu meningkatkan efektifitas komunikasi tetapi tetap fleksibel. Meski kehidupan ini kadang bertabrakan antara yang satu dengan yang lain tetapi tetap harus menampilkan suatu keserasian dan keindahan. Jika pun harus memotong, potongan tersebut tetap menguatkan akan kesejatian diri yang bermakna dan berkarakter. Dengan pesan filosofis ini, fleksibilitas batik sangat kuat sehingga cocok dan serasi untuk berbagai model dan motif pakaian untuk ragam acara. Batik luwes untuk acara kelahiran anak, perkawinan, juga penutup mayat dalam pemberangkatan ke alam kubur.

Ensiklopedi Batik Penginyongan ini merupakan karya monumental dan upaya awal untuk mengumpulkan budaya lokal berupa batik Penginyongan. Kepada saudara M. Ajib Hermawan beserta Tim Pusat Kajian dan Pengembangan Budaya Penginyongan UIN Saizu Purwokerto saya sampaikan banyak terimakasih. Semoga Ensiklopedi ini berguna, bermanfaat, dan menjadi acuan referensi bagi karya-karya berikutnya. Selamat membaca…

Downloads

Published

December 1, 2023

Categories

License

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Details about the available publication format: Paperback

Paperback

978-623-88573-1-9

doi

10.24090/saizupub.136.110

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Hardback

Hardback

978-623-88573-1-9

doi

10.24090/saizupub.136.111

Physical Dimensions

17mm x 25mm x 6mm

Details about the available publication format: PDF

PDF

doi

10.24090/saizupub.136.112