Islam dalam Tradisi Begalan

Authors

Suwito
Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifudin Zuhri Purwokerto

Synopsis

Selain sebagai sarana slametan, begalan berfungsi sebagai edukasi. Artinya, begalan dijadikan sarana untuk transfer of knowledge and values, khususnya nilai-nilai Banyumasan yang santun, toleran, kerja keras, komitmen, setia kawan dan penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai jawa Banyumasan ini dikemas dalam brenong kepang. Brenong kepang adalah alat untuk memainkan tradisi begalan yang didalamnya terdapat seperangkat alat rumah tangga, sebagian besar terdiri dari peralatan dapur. Brenong kepang yang syarat dengan simbol nilai luhur Banyumasan ini kemudian diurai maknanya oleh juru begal.  Uraian makna simbolik tersebut menyangkut makna sosial, ekonomi, maupun spiritual terutama bagi para pengantin yang akan memasuki dunia naru yang di dalamnya banyak tantangan. Di samping itu, tradisi ini juga mengingatkan pengantin-pengantin lawas (lama) akan nilai-nilai luhur Jawa Banyumasan. Juru Begal biasanya memerankan tradisi ini dengan penuh jenaka, sehingga kegiatan ini selalu diminati oleh pengunjung yang hadir di perhelatan pernikahan ini.

Published

September 29, 2008

License

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

979-3896-86-8

Date of first publication (11)

2008-09-01
Hijri Calendar

Physical Dimensions

14cm x 21cm x 8mm