Mistisme Cahaya

Authors

Heru Kurniawan
Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifudin Zuhri Purwokerto

Synopsis

Cahaya dalam pengertian mistik berangkat pada surat an-Nur (24); 35, yang artinya sebagai berikut. Tuhan adalah cahaya (pada) Langit dan Bumi. Perumpamaan cahaya Tuhan adalah seperti sebuah relung yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah Barat(nya), yang minyaknya saja (hampir-hampir) menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).

Arti cahaya dalam Surah al-Nur adalah ‘Sang Cahaya” sebagai salah satu nama indah Tuhan (al-asma al-husna). Cahaya (al-Nur) merupakan cahaya yang memancar dari Cahaya Tuhan Yang Tercipta, yang keberadaannya menyinari suatu objek menjadi jelas dan terang sehingga mata manusia menjadi bisa melihatnya.

 

Published

March 21, 2009

License

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.