Kajian Hadis Dua Mazhab
Synopsis
Tercatat dua mazhab besar yang tampil dalam panggung sejarah Islam, yaitu Ahl al-Sunah wa al-Jama’ah dan Syi’ah yang mempunyai tradisi berbeda dalam pembukuan hadis. Dalam tradisi Ahl al-Sunah wa al-Jama’ah yang kuat dengan budaya lisannya, pengkodifikasian hasil secara resmi (sebagai usaha pemerintah), baru terjadi pada waktu pemerintahan Khalifah Umar bin Abd al-Aziz.
Berbeda dengan Ahl al-Sunah wa al-Jama’ah, hadis Nabi dalam tradisi Syi’ah disebarkan dengan tradisi tulisan (textual). Imam Ali bin Abi Talib dan anak cucunya serta pengikutnya telah memiliki tradisi menulis hadis sejak awal. Bahkan menurut al-Bukhari, Ali bin Abi Thalib memiliki lembaran (sahifah) hadis yang berasal dari Rashulullah SAW. Dengan demikian, sistem periwayatan hadis di kalangan Syiah sudah dimulai pada masa-masa Ali bin Abi Thalib. Dari sini, hadis Syi’ah disinyalir tidak mengalami sejenis kelemahan dan keraguan yang berkaitan dengan penundaan penulisan hadis, sekalipun proses kodifikasinya baru terjadi pada abad ke-4 dan ke-5.







