Pilar Puisi
Synopsis
Puisi, bahasa dan pengetahuan; apa yang membatasinya? Jika bukan dari yang tertutup atau kemalasan bahasa ganjil, maka institusi, struktur, dan sistem akan menjadi mekanis dalam alur waktu; tanpa kreativitas sebagai temuan. Kita memang berada dalam zaman digitalisasi, globalisasi, sekaligus juga privatiasasi ruang yang saling bertemu arah arah, dan sebagian tak beraturan. Justru di zaman yang seperti ini, kita membutuhkan eksistensi untuk pengalaman, ekspresi diri, semacam sesuatu yang bercahaya, yakni puisi. Ungkapan semacam itu, mengingatkan kita pada Chairil Anwar yang bilang: “ aku ingin hidup seribu tahun lagi”, walau meninggal dalam usia 27 tahun, tapi nama dan karyanya masih hidup sampai sekarang, dan mungkin sampai seribu tahun lagi.







