Ilmu al Quran dan Tafsir
Synopsis
Dialektika al-Qur’an dengan realitas masyarakat Islam merupakan sebuah keniscayaan sejarah. Eksistensi al-Qur’an sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., menegaskan afirmasi dan akomodasi al-Qur’an terhadap penerimaan pertamanya baik dari pihak Nabi saw., maupun masyarakat Arab saat itu. Hal ini tentu saja sangat logis, mengingat fungsi al-Qur’an adalah sebagai petunjuk dan penyedia ajaran-ajaran yang diperlukan oleh umat Islan dalm menjalankan kehidupannya baik secara transendental maupun profan. Dengan fungsi ini, maka nilai-nilai, ajaran-ajaran dan cara al-Qur’an mengartikulasi pesan Tuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi religius, sosial, ekonomi, politik, dan kultural dari masyarakat Arab saat itu.
Dalam konteks inilah, terjadi dialog yang sangat intensif antara normativitas dan historisitas al-Qur’an yang sudah dan akan selalu mewarnai perjumpaan al-Qur’an dengan masyarakat Islam. Dengan pemaknaan ini, maka Islam akan selalu aktual dimana pun dan kapan pun (salihun li kulli zaman wa makan).







