Lokalitas Seni Islam Dalam Akomodasi Pesantren
Synopsis
Buku ini mengungkap akomodasi dan pola relasi antara kiai, pesantren dengan lokalitas tradisi, yaitu kesenian rakyat. Proses akomodasi ini akan dilihat dari hal yang paling mendasar mengenai konstruk pikir kiai dan pesantren terkait hal ini, karena kebanyakan kiai dan pesantren lebih menggunakan pendekatan fikih dalam seluruh aspek. Dalam konteks semacam ini, kiai dan pesantren akan berhadapan secara formal dengan lokalitas tradisi, mereka rtentunya akan melakukan purifikasi terhadap tradisi. Namun, pendekatan Islam normatif semacam ini tidak dapat menjelaskan cara beragama kiai dan pesantren yang berada di daerah pedesaan Jawa, yang ditinggali oleh masyararakat yang heterogen, banyak individu dalam masyarakat ini tidak jela masuk kategori santri atau abangan, tetapi cenderung merupakan kategori diantaranya. Dalam pendekatan Islam normatif seharusnya kiai dan pesantren bergaya purifikasi, tetapi beberapa kiai dan pesantren di pedesaan Jawa mengakomodir, bahkan dalam batas-batas tertentu melakukan pelestarian terhadap lokalitas tradisi termasuk kesenian rakyat. Tulisan dalam buku ini dapat memberikan gambaran mengenai relasi antara budaya yang dianggap Great Tradition atau tradisi agung (Islam) dengan Little Tradition atau tradisi alit, tradisinya wong cilik (kesenian rakyat) dalam konteks pedesaan.







